Sebagai perangkat kompresi udara berkinerja tinggi utama dalam produksi industri, peningkatan konsumsi oli yang tidak normal pada kompresor udara sekrup merupakan masalah umum bagi pengguna. Hal ini tidak hanya meningkatkan biaya operasional, tetapi juga dapat memicu kerusakan peralatan...
Hubungi Kami
Sebagai perangkat kompresi udara berkinerja tinggi yang menjadi inti dalam produksi industri, kenaikan konsumsi oli pada kompresor udara sekrup merupakan masalah umum yang sering dihadapi pengguna. Hal ini tidak hanya meningkatkan biaya operasional, tetapi juga dapat memicu kegagalan peralatan dan mengganggu kelangsungan produksi. Artikel ini menganalisis secara singkat penyebabnya serta memberikan solusi yang tepat sebagai referensi praktis.
I. Penyebab Utama Kenaikan Konsumsi Oli
Penggunaan Pelumas Berkualitas Rendah: Pelumas yang tidak memenuhi standar dengan viskositas tidak memadai dan ketahanan oksidasi yang buruk tidak mampu membentuk lapisan pelumas yang efektif. Hal ini memperparah gesekan dan keausan komponen, secara langsung meningkatkan konsumsi oli serta berpotensi menyebabkan korosi pada bagian-bagian mesin dan menaikkan biaya perawatan.
Kebocoran Sistem Oli: Kebocoran (termasuk kebocoran mikro) pada pipa, sambungan, atau segel menyebabkan hilangnya oli secara langsung. Perlu adanya pengisian ulang oli secara terus-menerus untuk menjaga operasional, yang berpotensi memicu panas berlebih pada peralatan dan keausan komponen.
Desain Pemisah Oli-Udara yang Cacat: Tata letak baffle internal yang tidak tepat mengurangi efisiensi pemisahan oli-udara, sehingga memungkinkan oli pelumas ikut terbawa bersama udara terkompresi, meningkatkan konsumsi oli.
Kegagalan elemen pemisah oli: Elemen pemisah yang tersumbat, rusak, atau telah habis masa pakainya mengalami penurunan kinerja pemisahan, sehingga memungkinkan tetesan oli dalam jumlah signifikan keluar bersama udara buang dan meningkatkan konsumsi oli.
Operasi tekanan rendah dalam waktu lama: Kondisi tekanan rendah mempercepat konsumsi pelumas, memerlukan pengisian ulang oli yang sering serta memperparah gesekan komponen dan memperpendek umur peralatan.
Saluran pengembalian oli abnormal: Saluran yang tersumbat atau terpasang tidak benar (terlalu banyak belokan, terlalu panjang) menghambat pengembalian oli, sehingga memerlukan pengisian ulang tambahan dan meningkatkan konsumsi.
Pengisian pelumas berlebihan: Kadar oli yang melebihi tanda batas menyebabkan oli berlebih ikut terbawa oleh udara terkompresi, mengakibatkan pemborosan dan pencemaran lingkungan.
II. Solusi Terarah
Ganti dengan pelumas asli yang sesuai: Pilih pelumas yang kompatibel sesuai manual peralatan. Lakukan pengujian rutin terhadap viskositas dan kandungan air dalam oli untuk memastikan pelumasan yang efektif.
Perbaiki kebocoran pada rangkaian oli: Deteksi kebocoran menggunakan alat profesional atau detektor kebocoran fluoresen. Segera ganti komponen yang rusak untuk menjaga integritas rangkaian oli.
Optimalkan desain pemisah oli-udara: Konsultasikan dengan produsen untuk rencana perbaikan atau libatkan agen khusus untuk peningkatan guna meningkatkan efisiensi pemisahan oli dan udara.
Ganti/Perbaiki Elemen Pemisah Oli: Ganti elemen yang rusak segera; pilih perbaikan profesional untuk kerusakan ringan agar kinerja pemisahan pulih.
Tingkatkan Tekanan Buang: Sesuaikan parameter peralatan atau ganti filter udara dengan model berkinerja tinggi untuk menghindari operasi tekanan rendah dalam waktu lama dan mengurangi konsumsi oli.
Desain Ulang Saluran Kembali Oli: Bersihkan saluran yang tersumbat dan rencanakan kembali tata letak pemasangan untuk meminimalkan hambatan aliran dan memastikan kembalinya pelumas secara lancar.
Standardisasi Volume Pengisian Oli: Sesuaikan level oli di antara tanda-tanda melalui katup pembuangan, kemudian pantau dan optimalkan setelah operasi uji coba.
Iii. kesimpulan
Peningkatan konsumsi oli pada kompresor udara sekrup memerlukan penanganan menyeluruh dan solusi terarah. Pengguna disarankan memperkuat inspeksi rutin, membuat jadwal perawatan berkala, serta memilih suku cadang dan pelumas yang sesuai standar. Pendekatan ini menjamin operasi peralatan yang stabil sekaligus secara efektif mengendalikan biaya dan memperpanjang masa pakai.